Showing posts with label Berita Nasional. Show all posts
Showing posts with label Berita Nasional. Show all posts

Friday, August 12, 2016

Miris, Video Hot Pasangan Sedang “kuda-kudaan” di Jepara tersebar di Youtube Malah Bikin Pelakunya Ketagihan !

Miris, Video Hot Pasangan Sedang “kuda-kudaan” di Jepara tersebar di Youtube Malah Bikin Pelakunya Ketagihan !

Berita terbaru - Youtube merupakan situs berbagi video yang memiliki banyak sekali pengguna aktifnya, dan kali ini Youtube kembali hebohkan dengan kemunculan video hot sepasang kekasih yang masih berusia muda. Mereka melakukan hal senonoh itu di depan umum dan ada seseorang yang merekamnya.

Akan tetapi, warga yang mengetahui hal tersebut tidak menegur atau bahkan melaporkannya kepihak yang berwajib maupun keluarga mereka. Para warga justru meminta pasangan muda mudi tersebut untuk melakukan hal yang tak patut di tiru tersebut.

Miris, Video Hot Pasangan Sedang “kuda-kudaan” di Jepara tersebar di Youtube

Para warga juga telah merekam video hot yang dilakukan di daerah Pantai Bandengan, Jepara, Jawa Tengah itu. Setelah selesai merekamnya, warga selanjutnya mengupload video hot tersebut di Youtube dan langsung menghebohkan dunia maya.

Miris, Video Hot Pasangan Sedang “kuda-kudaan” di Jepara tersebar di Youtube Malah Bikin Pelakunya Ketagihan !


Warga yang menyuruh sepasang kekasih untuk melanjutkan hubungan badan tersebut ada 5 orang, mereka meminta agar dua sejoli itu melakukan adegannya secara berulang ulang, dan warga itu merekamnya.

Setelah di rekam dan di sebarkan di kanal youtube, akhirnya video hot tersebut sampai ditangan keluarga dari dua sejoli itu. Keluarga korban yang mengetahui jika anak mereka telah dipaksa melakukan adegan itu pun langsung mencaritahu siapa 5 orang yang memaksa anaknya itu.

Karena pihak keluarga merasa telah dirugikan dengan adanya video hot tersebut, maka pihak keluarha memutuskan untuk melaporkan para pelaku yang membuat video hot tersebut kepada pihak kepolisian Jepara.

Para perekam dan penyebar video hot tersebut berinisial EP (39 tahun), US (43 tahun), Har (43 Tahun), AK (36 tahun), dan juga SUP (38 tahun). Dan setelah adanya laporan tersebut, pihak kepolisian langsung bergegas dan akhirnya berhasil menangkap kelima orang tersangka itu.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, awalnya hanya ada 3 pelaku yang melihat kedua sejoli tersebut. Dan akhirnya mereka memaksa para remaja ini mengikuti mereka agar tidka ada yang mengetahui apa yang dilakukan oleh dua sejoli tersebut.

Awalnya kedua remaja didalam video hot tersebut menolak, akan tetapi karena diancam akhirnya mereka berdua pun mengikuti permintaan dari para pelaku.

Monday, August 8, 2016

Ahok Tak Pede Lagi Maju Pilgub DKI Melalui Jalur Independen, Apa Alasanya ?

Ahok Tak Pede Lagi Maju Pilgub DKI Melalui Jalur Independen, Apa Alasanya ?

Berita Ahok - Gembong Warsono, Wakil Ketu Dewan Pimpinan daerah (DPD) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DKI Jakarta mengatakan jika Gubernur DKI Jakarta saat ini, yaitu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah itdk percaya diri lagi untuk maju dalam Pilgub 2017 DKI mendatang melalui jalur independen.

Gembong juga menambahkan, jika hal tersebut mengacu dari sikap Ahok yang sering mencibir para partai lain dengan ucapannya. Gembong Warsono juga menilai jika alasan logis dibalik rasa kurang percaya diri Ahok maju dalam Pilkada DKI 2017 mendatang melalui jalur independen adalah makin intensnya komunikasi yang telah dilakukan oleh sejumlah partai politik.

Ahok Tak Pede Lagi Maju Pilgub DKI Melalui Jalur Independen

Dalam Pilkada Dki 2017 mendatang, Ahok memang sudah memantapkan diri untuk ikut dengan melalui jalur independen, Ahok akan maju dalam Pilkada tersebut didampingh dengan wakil yang telah ia pilih sendiri yakni Heru Budi Utomo.
Ahok Tak Pede Lagi Maju Pilgub DKI Melalui Jalur Independen, Apa Alasanya ?


Heru sendiri bukanlah orang asing bagi Ahok, ia merupakan seorang pejabat karier di Pemprov DKI yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Dengan adanya hal ini, maka akan sedikit menghapus tentang dugaan jika Ahok tidak pede maju dalam Pilkada 2017 mendatang.

Contoh godaan yang dilakukan oleh Ahok kepada para partai politik menurut Gembong adalah pada saat Gubernur DKI Jakarta tersebut pernah memberikan pernyataan jika dirinya masih bisa saja bersama Djarot Syaiful Hidayat untuk menjadi pasangan gelaran pesta rakyat tersebut.

Baca juga : http://www.lensaremaja.com/nasional/tag/isis/

Spanduk yang memuat foto Ahok dan Djarot pun sudah beredar di beberapa wilayah Jakarta, dan Ahok menanggap hal tersebut dengan posiif. Dan Ahok pun juga mengungkapkan jika skenario tersebut aka tetap terjadi nantinya jika dia akhirnya akan di usung oleh partai PDI-P.


Ahok juga beberapa kaliberujar, jika dirinya sebenarnya khawatir melalui jalur independen, khususnya ketika UU Pilkada telah di sahkan oleh DPR RI. Dimana bagian yang mengatur tentang verifikasi faktual tersebut telah membuat dirinya khawatir yang tinggi.

Tuesday, March 29, 2016

Berita terbaru Jessica : Praperadilan Jessica Wongso Telah Ditolak Oleh Hakim Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Praperadilan Jessica Wongso telah ditolak oleh Hakim

Berita Jessica - Beberapa waktu lalu, pihak dari Jessica Wongso telah meminta diadakan sidang praperadilan terkait kasus pembunuhan Wayan Mirna yang telah menjadi berita Nasional yang mengisi berbagai media pemberitaan saat ini.

Pada saat itu, hakim tunggal yakni I Wayan Merta yang menjadi pimpinan sidang telah menyatakan jika praperadilan yang teah diajukan oleh tim dari Jessica Wongso tidak ada buktinya. Maka dari itu, hakim I Wayan Merta telah menolak permohon praperadilan yang telah diajukan dari pihak Jessica Wongso saat itu.
Berita terbaru Jessica : Praperadilan Jessica Wongso Telah Ditolak Oleh Hakim Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


Menurut hakim tunggal yakni I Wayan Merta, dia menyatakan jika proses penahanan yang dilakukan oleh pihak Polda Metro Jaya saat ini sudah sesuai dengan prosedur yang ada baik dari ketentuan hukum maupun pertauran dari KUHP.

Penahahan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap Jessica adalah upaya agar nanti tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, maupun mengulangi tindakan pidana yang sudah dilakukannya tersebut.

I Wayan Merta juga mengatakan, jika hubungan antara penahanan seseorang dengan alat bukti tidak ada, dan pihak dari Jessica sendiri juga tidak melayangkan sebuah gugatan terhadap penetapan tersangka kepada Jessica Wongso. Maka dari itu, hakim tunggal I Wayan Merta pun tidak perlu lagi memutuskan sah apa tidak penetapan tersangka atas Jessica Wongso itu.
Baca juga : http://www.klasemen.co/nasional/

Beberapa waktu lalu, pengacara dari Jessica yakni Yudi telah mengatakan jika dalam proses hukum pidana, pihak kepolisian wajib memberikan bukti keterkaitan Jessica Wongso dengan tuduhan meracuni Mirna Salihin dengan menggunakan kopi bercampur sianida.

Dengan tidak adanya alat bukti yang kuat, maka seharusnya pihak kepolisian tidak bisa langsung comot saja  kepada Jessica dan menahannya di Polda Metro Jaya.

Namun, pihak dari Polda Metro Jaya telah mengatakan jika gugatan praperadilan yang telah diajukan oleh pengacara Jessica salah sasaran, dimana gugatan yang dilayangkan itu disampaikan untuk polsek Tanah Abang, bukan untuk Polda Metro Jaya.

Untuk kondisi dari Jessica sendiri, menurut pengacaranya Yudi mengatakan jika kliennya tersebut sedang mengalami strees berat.

Monday, December 7, 2015

Ahok Murka Mengetahui Anggaran DKI Jakarta Terlalu "Digelembungkan"

Ahok Murka Melihat Anggaran DKI Jakarta

Berita Ahok - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau biasa disapa Ahok Murka mengetahui adanya pemborosan anggaran dana untuk kegiatan yang ada di DKI Jakarta, dan yang baru - baru ini terungkap salah satunya adalah kasus dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta beberapa waktu lalu dan masih banyak lagi.

Kata Ahok saat di temui di Balai Kota Jakarta beebrapa waktu lalu mengatakan jika banyak kantor Dinas yang telah di evaluasi ulang semua anggarannya, mulai dari Dinas PU (Tata Air dan Bina Marga DKI), Dinas Olahraga, Dinas Pertamanan, Dinas Kelautan semuanya sama.

Didalam pemerintahan Ahok selama satu tahun belakangan memimpin DKI Jakarta memang masih ada banyak maslah krusial yang harus ditangani oleh Ahok, dan yang menjadi fokus utama dari Gubernur DKI Jakarta ini adalah masalah anggaran dana dari beberapa kantor Dinas terkait yang berada dibawah kepemimpinan Ahok.
Ahok Murka Mengetahui Anggaran DKI Jakarta Terlalu "Digelembungkan"

Menggelembungnya Anggaran Pemda DKI Bikin Ahok Murka

Salah satu kantor Dinas yang membuat Ahok kesal adalah Dinas Pendidikan DKI Jakarta, saat itu Ahok sedang melihat anggaran dana dari Kantor Dinas tersebut dan mengetahu ada rencangan anggaran honor tenaga ahli programmer yang mencapai Rp 12 juta per orangnya, dan pada saat itulah Ahok sangat geram.

"Satu orang bisa mendapat bayaran kerja empat hari Rp 12 juta, saya bilang gila aja, ada orang yang kerja enam hari dibayar Rp 57 juta", kata Ahom sambil marah beberapa waktu lalu.

Setelah mngetahui SKPD dari Dinas Pendidikan, selanjutnya mantan wakil presiden Jokowi saat menjadi Gubernur dulu ini juga melihat anggaran dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta yang ternyata juga melakukan hal serupa yang pemborosan anggaran, dan hal itu menjadikan Ahok tambah murka.

Ahok menilai jika pemborosan anggaran dana yang dilakukan oleh SKPD Dinas Pertamanan dan Pemakaman pimpinan dari Ratna Dyah Kurniati tersebut dinilai tidak tepat sasaran olehnya.

"Wah taman (Dinas Pertamanan dan Pemakaman) juga kacau, kacau balau deh" ungkap Ahok.

Pemborosan yang dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman sehingga membuat Ahok geram adalah adanya rencana ingin membeli bunga dengan harga puluhan Miliar, namun pembibitanya belum siap. Ahok tidak mempermasalahkan dengan rencana pembelian bunga dengan harga puluhan miliar tersebut, namun yang membuat Ahok geram adalah seharusnya sebelum membeli bunga, pembibitannya harus sudah siap.

"mereka pengen beli bunga seharga pulahan miliar buat disulamin, saya bilang kamu punya pembibitan gimana ? dijawab pembibitan belum siap". tegas Ahok.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta juga tidak luput dari kemarahan Ahok,  ia geram dengan penggunaan anngaran dana yang dilakukan oleh Dinas terkait hanya untuk pembuatan festival-festival.

Ahok menilai jika besarnya anggaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta tidak masuk akal dan sangat rentan untuk dimainkan.
Update Berita Nasional terbaru disini : http://www.newsth.com/ruptik/


Sebenarnya, untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, namun kemarahan Ahok kali ini karena melihat anggaran yang diberikan nyatanya sering kali dihamburkan untuk kegiatan yang tidak terlalu penting.